Bagaimana Qailullah yang Benar dan Berapa Durasinya?

Anjuran tidur siang telah di sebutkan oleh Rasulullah SAW dan di lakukan oleh para sahabat diwaktu itu. Hukum tidur siang adalah sunnah . Menurut Ulama tidur siang tidaklah wajib, artinya tidak akan berdosa bagi orang yang tidak bisa melakukan tidur siang.

Dalam hubungan kerja , Pekerjaan adalah amanah dari atasan kepada bawahan. Maka sudah selayaknya kita ketika di beri amanah di selesaikan dengan sebaik-baiknya. Allah SWT berfirman dalam Al Quran, “Sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kalian untuk menuaikan amanat kepada yang berhak“. QS-Annisa:58.

Free Images/unplash

Lantas bagaimana ketika kita tertidur pada saat bekerja? Jika seseorang karena terlalu capek dan kelelahan ketika dia melakukan pekerjaan, sehingga ia tertidur. Ulama berpendapat  hal itu tidak mengapa. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW “Sesungguhnya Allah memaafkan umatku ketika ia tidak sengaja , lupa atau di paksa”, hadits Riwayat Ibnu Majah.

Dalam kamus lisanul Arab di jelaskan, Qailullah mempunyai makna tidur pada pertengahan siang, karena di terjemahkan tidur di pertengahan siang maka banyak yang menyangka Qailullah mesti harus tidur.

Padahal tidak demikian, istirahat pada pada siang hari termasuk dalam Qailullah pendapat ini  di sampaikan, Hasan Aini Ra:”Qailullah adalah istirahat pada pertengahan siang walaupun tidak tidur.

Lantas berapa lama tidur siang atau Qailullah yang di sunnahkan, Almunawi RA mengatakan,”Qailullah adalah tidur pada pertengahan  siang ketika syawal yaitu waktu dhuhur atau  mendekati syawal sebelum dan sesudahnya.

Durasi Qailullah

Dalam sebuah riwayat disebutkan, pada musim dingin Rosulullah tidur setelah dhuhur sedangkan pada musim panas Rosulullah tidur sebelum dhuhur, adapun durasinya menurut para pakar dan ahli adalah10 hingga 40 menit.

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*