Ustadz Felix Siauw Membungkam Tuduhan Aksi Makar

felix-siauw-membungkam-tuduhan-aksi-makar

Ustadz felix siauw memberikan pandangannya berkaitan dengan kabar yang terakhir ini santer beredar yakni tuduhan aksi makar pada NKRI di tanggal 2 Desember nanti. Dai muda yang energik ini mengkritisi tuduhan yang terbilang mengada ada. Bahkan pihak yang mengembuskan tuduhan makar di tanya siapa pelaku yang akan membuat makar itu, justru balik menjawab suruh tanya di google.

Berikut ini jawaban Ustadz Felix Siauw berkaitan dengan tudingan makar pada aksi damai yang akan di laksanakan pada tanggal 2 Desember nanti, Pernyataan tersebut di sampaikan di akun twitter miliknya

“Namanya nasihat ulama itu harusnya didengarkan, pastilah ada kebaikan disana”  kemudian beliau melanjutkan “Walau mungkin pahit untuk diterima dan dilaksanakan, sebab yang berilmu itu lebih utama”

“Bila hanya satu-dua yang menasihati, bisa jadi mereka tak layak didengar, Tapi bila sudah ramai yang menasihati, tak mungkin jutaan rasa semuanya salah, semuanya tak bernilai, Mengabaikan satu demi kepentingan jutaan itu logis, tapi membela satu orang lalu mengancam jutaan itu sadis”

Tak punya nurani, bahkan cenderung kearah keras kepala, Membingkai kejadian yang belum jadi, menuduh semua yang berseberangan dengan “makar”, bukan langkah bijaksana, Menuding gerakan sebagai gerakan makar dan mengganggu kedamaian,

Berlindung dibalik “menunggu proses hukum”, sementara hukum agama selalu diabaikan, Padahal saat menghadap Allah, yang Allah tanya, apakah kita taat hukum syariat-Nya, Tapi syukurlah, lisan yang disenyawai kebenaran senantiasa lantang bersuara,

Tak bungkam sebab ancaman, tak radang oleh uang, karena ini tentang kecintaan pada agama, Bila rusuh yang dicari, sudah sedari dulu didapati. Hanya Muslim itu terikat perintah Nabinya, Santun dalam berdakwah, jangan balas perilaku nista dengan sama nistanya,

Tuntutan kaum Muslim sederhana saja, yang bersalah dihukum, yang menista dipenjara, Tak perlu dikaitkan dengan politik kapitalis, yang kebanyakan ummat tak tertarik dengannya, Urusan Al-Quran ini melebihi manusia, sebab ia tentang Dzat yang mencipta manusia,

Yang tanpa-Nya kita tiada, dan setelah dunia akan kembali pada-Nya semua, Sebab itu perjuangan ini takkan henti sebelum mendapatkan keadilan, Bukan keadilan versi negosiasi para pemodal, tapi keadilan yang sebenarnya ditegakkan.

Berita Terkait

Advertisements