Kisah Bocah Difabel Hajikan Kedua Orang Tua dan Kakeknya

Ragil bocah penderita difabel ini berhasil membawa kedua orang tua serta kakeknya menjadi tamu Allah secara gratis. Ketika orang-orang harus menunggu belasan tahun untuk bisa menunaikan Rukun Islam yang kelima, tapi  tidak dengan Ragil,  di tahun 2017 ini ia membuat bangga kedua orang tuanya dengan berangkat ke Tanah Suci.

Padahal dari  segi fisik Ragil menderita di fabel yang harus di gendong. Namun dengan keterbatasan itu ia mampu  berhaji dan mengajak ke Baitullah orang orang yang dicintainya secara gratis, kenapa bisa begitu? ya Ragil adalah seorang hafidz di usia masih bocah. Ia berhasil menjadi juara dunia baca alquran yang berlangsung di Padang Sumatera Barat beberapa waktu lalu. Ragil mendapat hadiah haji Gratis berserta tiga orang keluarganya.

Ragil berasal dari Banjarnegara Jawa Tengah, menjelang keberangkatannya para tetangga mengiringnya dengan rasa haru.

Menjadi tamu Allah adalah impian bagi setiap orang mukmin.Bisa kita saksikan jutaan umat berbondong-bondong setiap tahun berdatangan ke tempat paling suci dan paling di berkahi di muka bumi ini.

Haji bukan hanya untuk bagi mereka yang mampu secara finansial. Karena banyak kisah para jamaah haji yang secara ekonomi pas-pas-an (tukang becak, kuli bangunan dll)   ia mampu memenuhi rukun Islam yang ke lima ini.

Maka berdoa dan  bermimpilah kawan, hingga Allah nanti mengabulkan doa-doa dan mimpi kita.

Selain itu pahala haji yang begitu luar biasa yang di janjikan oleh Allah. Ada enam keutamaan atau pahala ibadah haji:

  1. Haji merupakan amalan yang paling afdhol
    Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Amalan apa yang paling afdhol?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Ada yang bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Ada yang bertanya kembali, “Kemudian apa lagi?” “Haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
  2. Balasan Haji adalah Surga jika tidak di campur dengan kesyirikan,
    “Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga.” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349). An Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Yang dimaksud, ‘tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga’, bahwasanya haji mabrur tidak cukup jika pelakunya dihapuskan sebagian kesalahannya. Bahkan ia memang pantas untuk masuk surga.” (Syarh Shahih Muslim, 9/119)
  3. Haji termasuk amalan jihad fisabilillah.
    “Wahai Rasulullah, kami memandang bahwa jihad adalah amalan yang paling afdhol. Apakah berarti kami harus berjihad?” “Tidak. Jihad yang paling utama adalah haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari no. 1520)
  4. Haji menghapus dosa-dosa dan kesalahan
    “Siapa yang berhaji ke Ka’bah lalu tidak berkata-kata seronok dan tidak berbuat kefasikan maka dia pulang ke negerinya sebagaimana ketika dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Bukhari no. 1521}
  5. Haji menghilangkan kefakiran dan dosa
    “Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.” (HR. An Nasai no. 2631, Tirmidzi no. 810, Ahmad 1/387. Kata Syaikh Al Albani hadits ini hasan shahih)
  6. Orang yang menunaikan ibadah haji adalah Tamu Allah.
    Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji serta berumroh adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan. Oleh karena itu, jika mereka meminta kepada Allah pasti akan Allah beri” (HR. Ibnu Majah no 2893. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

*) pahala ibadah haji: https://rumaysho.com/2017-6-keutamaan-ibadah-haji.html

 

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*