Lakukan Yang Diajarkan Nabi Ketika Anda Ditimpa Kesulitan

Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada keluarganya melaksanakan Shalat ketika di timpa kesulitan. Demikian juga para Nabiullah yang lain dan beserta para sahabat melakukan hal yang sama, sibuk dan Khusyu dengan Shalat.

Dan suruhlah keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah atasnya. Kami tidak meminta rezeki darimu. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat yang baik bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Thaha : 132)

Dikutip Republika dari kitab Himpunan Fadhilah Amal” karya Maulana Muhammad Zkariyya al-Kandahlawi Rah.a. bahwa Wahab bin Munabbih rah.a berkata, “Dianjurkan untuk meminta keperluan kepada Allah melalui shalat. Orang-orang terdahulu, jika sesuatu menimpa mereka, mereka akan mengerjakan shalat.”

Ada sebuah kisah mahsyur yang menceritakan seorang kuli barang yang terkenal di kota Kuffah, Ia selamat dari dari perampokan dan pembunuhan dengan Shalat dua rekaat yang di lakukan.

Kuli barang yang terkenal karena kejujurannya , sehingga banyak orang yang menitipkan barang-barang berharga kepadanya. Suatu ketika nasib sial menimpa sang kuli bahkan nyawanya terancam.

“Ambillah baghal beserta semua barangnya, tetapi jangan bunuh aku!” Laki-laki itu tidak mempedulikan tawaran tersebut. Bahkan, ia mengancam akan membunuh kuli tersebut untuk kemudian mengambil semua barangnya. Kuli merasa cemas, akhirnya ia berkata, “Baiklah, izinkan aku shalat dua rakaat untuk terakhir kalinya.”

Sambil tertawa laki-laki itu mengabulkan keinginan kuli dan berkata, “Silahkan, cepatlah shalat! Mereka yang mati ini pun telah meminta hal yang sama sebelum mati, tetapi shalat mereka tidak menolong mereka sedikit pun.”

Segera kuli tersebut shalat tetapi setelah membaca Al-Fatihah, tidak ada satu surat pun yang dapat diingatnya. Sedang orang zhalim itu menunggu sambil terus berteriak, “Cepat selesaikan shalatmu!” Tanpa sengaja, terbaca oleh lidah si kuli yang berbunyi : “Siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan bila ia berdoa kepada-Nya dan yang menghilangkan kesulitan.” (QS. An-Naml : 62).

Kuli tersebut membacanya sambil menangis. Tiba-tiba muncullah seorang penunggang kuda bertopi gemerlepan dari besi. Ia datang dan menikam orang zhalim tadi sehingga mati. Dan di tempat orang zhalim itu mati, keluarlah nyala api.

Kuli langsung bersujud syukur ke hadirat Allah SWT. Lalu ia lari ke penunggang kuda itu dan bertanya, “Siapakah engkau dan bagaimanakah engkau datang?” Jawabnya, “Aku adalah hamba dari ayat yang engkau baca tadi. Sekarang engkau aman dan dapat pergi ke mana pun sesukamu.” Setelah berkata demikian orang itu pun  menghilang.

 

 

Advertisements

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*