Modus Kehabisan Ongkos, Alex Mualaf Palsu ini Kena Batunya

mualaf-palsu

Team Mualaf Center Yogyakarta berhasil membongkar oknum  mualaf palsu dengan modus kehabisan ongkos  bernama Alex . Ia mengaku  kehabisan ongkos saat mau pulang ke kota asalnya di Bandung .

Alex juga mengaku mendapat perlakuan kasar dan penentangan dari pihak keluarganya setelah memutuskan menjadi mualaf. Alasan itu di pakai dengan tujuan mengelabuhi umat Islam.

Kerja Alex berpindah -pindah dari masjid ke masjid di Yogya. Dengan pengakuannya ini banyak para takmir masjid yang menjadi korban kebohongan dan penipuan karena merasa iba dan kasihan termakan oleh tipu daya Alex.

Namun akhirnya Alex kena batunya Team Mualaf Jogja Center berhasil menguak dan membongkar tipu muslihat yang dia lakukan . Keterangan itu di tulis dalam akun fanpage Mualaf Center Yogyakarta,

Yogyakarta 06 Februari 2017,

Mualaf Center Yogya bekerjasama dengan Aktifis Masjid Yogya menguak Mualaf Palsu,.

Mualaf Center Yogya mendapatkan laporan dari aktifis masjid Ngadinegaran bila ada seorang mengaku mualaf terancam dari keluarga kristen nya dan saat di jogja kecopetan dan hendak pulang ke bandung, dia memohon bantuan ke takmir masjid Ngadinegaran,

Namanya Alex William warganegara indonesia keturunan cina kedatangan ke jogja mengaku untuk memenuhi panggilan kerja,

Adapun bantuan yang di minta adalah uang transport untuk pulang ke bandung dan bermalam hingga pagi menjelang.

Sesampai team MCY ke Gedung pertemuan masjid ngadinegaran, kamipun instrogasi pengakuan Alex William , hingga terjadilah dialog antara team MCY dan Alex (Mualaf Palsu)

Alex William mengaku kecopetan dan membuat surat kehilangan di Polda DIY dengan surat Nomor B/21/1/2017/SPKT – 30 Januari 2017,

Alex William mengatakan setiap meminta bantuan ke masjid tidak di respon dan tidak di bantu, lalu kami bertanya, masjid mana yang tidak mau membantu ?

Alex William memberikan contoh Masjid Njogokarian , bahkan untuk bermalam saja di masjid Njogokarian Alex William tidak di ijinkan,

Kemudia Alex William menuturkan bahwa saat ini tinggal di bandung dengan alamat Jln Degdaur Indah III No 14 kel Bukagaleh Kec Sukajadi Bandung

Kami bertanya banyak ke Alex William , setiap jawaban kami simak satu persatu, dan langkah selanjutnya kami Tabbayun atau mencari kebenaran dengan mengkonfrontir pada tiap objek yang dia katakan,

Pertama ke Masjid Njogokarian, disini kami dari awal sangat tidak yakin dengan pernyataan Alex William yang mengatakan bahwa dimasjid njogokarian tidak memberikan ijin untuk Alex William istirahat,

Kami menghubungi takmir Masjid Njogokarian dan beberapa takmir masjid njogokarian datang merapat ketempat kami, alangkah terkejutnya kami dengan jawaban saudara Gustami yang saat itu menemui Alex William , jangankan tempat untuk istirahat, Alex William pun di kasih makan dan di persilahkan untuk istirtahat, juga akan di berikan bekal perjalanan berupa dana dan tiket berangkat menuju bandung ke esokan harinya karena waktu itu sudah malam,

Alex kaget tidak menyangka jika dia akan bertemu dengan siapa saja yang ia temui sebelumnya, diam dan tidak dapat berbuat apa apa , untuk menyanggah saja dia tidak mampu karena dusta yang ia lakukan, hanya mengatakan maaf saya bohong,

Dikarenakan tidak mendapatkan hasil yang diinginkan saat itu juga maka Alex William berpindah tempat ke utara, dimasjid Ngadinegaran Alex William juga meminta bantuan serupa,
Kedua Kami menghubungi team Mualaf Center Bandung untuk cek lokasi, atas respon cepat mereka hingga kami mendapatkan info lokasi tersebut adalah kos elit , dan kamipun mendapatkan no tlp pemiliknya,

Alex William sebelumnya mengatakan bahwa dia hanya tinggal dengan ibu nya saja yang masih kristen , Dan amat keras permusuhan ibu dan keluarganya terhadap Alex William paska Alex William memeluk islam,

Saat kami telepon alamat yang di katakan pada kami,alangkah terkejutnya kami, ucapan telepon yang keluar pertama kali adalah Assalamualaikum, dan yang punya kos tersebut beragama islam, dan keluarganya masih utuh dan semuanya muslim,

Dan banyak sekali kebohongan yang Alex William kami dapatkan , maka kami menghubungi kepolisian sektor setempat , polsek mantrijeron kami hubungi dan datanglah 3 polisi untuk ikut mengorek Alex William ,

Yang sebelumnya dia mengatakan kehilangan semua barangnya di salah satu tas yang di dalamnya ada uang, surat2, dompet juga termasuk KTP,namun saat polisi menggeledah ditemukannya KTP dengan alamat yang berbeda yaitu di bekasi dan beragamakan kristen,

Selanjutnya Alex William di giring ke polres mantrijeron Yogya untuk pemeriksaan lebih lanjut, apa kah ada indikasi dalam jaringan mualaf palsu, dikarenakan di jogja sudah beberapa kali setidaknya satu tahun terakhir ini Mualaf Center Yogya mengungkap kasus serupa yaitu mencari uang dengan mengatas namakan mualaf dan ternyata adalah mualaf palsu,

Bilamana, ada orang yang meminta bantuan dan mengatas namakan mualaf maka silahkan lebih jeli sebelum membantu,

Adapun indikasi awal mualaf palsu yaitu dia tidak dapat menunjukkan identitas nya,

Maka apa yang seharusnya kita lakukan mensikapinya?

Yaitu Utamakan baik sangka,

Lalu kerjasama dengan kepolisian dan dinas sosial setempat , minta memo kepada kepolisian setempat untuk menitipkan yang bersangkutan di dinas sosial untuk dapat istirtahat selama mencari kebenaran yang ada,

Setelah itu, saling bekerjasama dengan kepolisian setempat untuk mencari tahu asal usul yang bersangkutan dls,

Bila Laporan itu benar, maka kita dapat membantu mualaf tersebut semaksimal kita., dan bila dusta yang di dapat, maka serahkan kepada pihak yeng berwajib untuk ditindak lanjuti yaitu pada kepolisian setempat,

Team Muslim

Mualaf Center Yogyakarta

hanny kristianto

Berita Terkait

Advertisements

1 Komentar

  1. Qodarullah…Semalem ada oknum yang singgah di tempat kami (Surabaya daerah Karang Menjangan). Oknum tersebut identik dengan foto di atas. Mengaku bernama Rizky, datang ke Surabaya dengan tujuan interview kerja dan mengalami musibah kehilangan tas yang isinya dompet, hp, dsb. Barang-barang disimpan di koper dan hilang karena ia ketiduran di angkot. Cerita selebihnya hampir mirip dengan kisah di atas. Dari Bandung, kehabisan bekal, kesulitan bermalam di masjid, kecuali pada poin seorang muallaf. Oknum tersebut sangat meyakinkan dalam menceritakan kisahnya. Ekspresi menangis, cerita yang lumayan runtut (sampai hal yang detail) dan berkelakuan sopan. Rupanya dia sudah sangat berpengalaman dalam bidang ini, sehingga sangat pintar menyembunyikan identitas diri. Tidak ada KTP, mengaku tidak ada kontak yang bisa dihubungi, sampai menyembunyikan identitas digital dengan tidak bermain sosmed sejak SMP. Sehingga sulit ditelusuri informasi pribadinya. Terakhir dapat informasi kalau beberapa bulan terakhir lembaga2 Amil Zakat di Surabaya pernah didatangi oknum ini. Pelajaran yang dapat diambil adalah…Alhamdulillah Mas, Njenengan mengajari kami makna keikhlasan. Kami tidak menyesal atas apa yang Njenengan perbuat pada kami. Toh, pada hakikatnya Allah yang menggerakkan Njenengan untuk datang ke tempat kami. Alhamdullillah, kami lulus ujian itu. Kami perlakukan baik Njenengan sesuai tuntunan Islam ketika menemui orang yang sedang dalam kesusahan. Semoga Njenengan lekas bertaubat dan Allah melimpahkan kebaikan kepada Njenengan. Bagi yang sedang diuji dengan kisah serupa, tetap berhusnudzon dan perlakukan dengan baik. InsyaAllah tidak akan rugi karena Allah lah yang menilai.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*