“Sombong” Lagi, Azzam Sumbang Aleppo US $8500

0

azzam-mujahid-izzulhaq

Anda mungkin pernah membaca di blog ini, salah satu Netizen bernama Azzam Mujahid Izzulhaq yang menyumbangkan US $ 9000 untuk gempa Aceh. Bukti screenshot  sumbangan itu ia unggah ke laman facebook pribadinya  dengan tujuan untuk memberikan semangat kepada umat islam lainnya untuk berlomba – lomba dalam kebaikan dan bersedekah.

Baca : Heboh, Peserta Aksi Damai 212 Sumbang US $9000 Untuk Gempa Aceh

Nah kali Netizen dengan akun bernama Azzam Mujahid Izzulhaq kembali memovitasi umat islam terkait dengan pembantaian umat islam di Aleppo, Suriah. Dirinya membuat status telah menyumbangkan sebesar US $ 8500, atau jika di rupiahkan sebesar 110 juta-an. Informasi ini beritahukan ke publik lewat akun facebook pribadinya.

Berikut ini status lengkap beliau

Maret 2016 lalu, di Madinah Al Munawwarah adik ini yg pertama kali menyapa saya. Dia mengucapkan terimakasih kepada seluruh umat Islam di Indonesia yg telah membantu doa, upaya dan hartanya bagi penduduk Syria, terutama di Aleppo.

Saya sempat bertanya kepadanya, “Bagaimana dengan Presidenmu (Basar Assad)?”. Sambil terisak, dia menjawab, “Huwal Haywan (dia adalah binatang)”. Saking begitu tega dan kejinya seorang presiden memerintahkan pasukan militernya menyiksa, membumihanguskan rakyat dan wilayahnya sendiri. Adik ini meminta slayer yg saya pakai karena ada bendera merah putihnya, bendera Indonesia. “Saya cinta Indonesia,” tuturnya.

Saat berfoto, saya minta dia menyeka dulu air matanya. “Tunjukkan senyumanmu untuk saudara-saudara paman di Indonesia”. Ia menyeka air matanya, namun bola mata bersedih masih terlihat. Bagaimana tidak. Ia harus kehilangan seluruh anggota keluarganya. Adik ini kini tinggal di Madinah. Bersama orangtua angkatnya yg menolongnya dari kamp pengungsian.

Sudah beberapa hari ini terjadi lagi teror dan kezhaliman itu. Saya berkabar dari sahabat saya di Syria, Yasin, bahwa pasukan Assad dengan ‘dibantu’ pasukan dari Rusia dan pasukan ‘lainnya’ yg diduga dari Syi’ah, kembali membumihanguskan Aleppo. Membunuhi penduduknya dengan peluru, roket dan bahan peledak lainnya.

Para wanitanya meminta ayah dan suaminya membunuh mereka saja, daripada mereka disiksa dan diperkosa oleh pasukan-pasukan durjana yg menyerangnya. Sayang, siang ini nomor teleponnya sudah tidak bisa dihubungi kembali. Semoga Allah melindunginya dan seluruh kaum muslimin di Aleppo. Jika pun Allah berkehendak lain, semoga Allah menjadikan mereka barisan para Syuhada yg membela agama-Nya. Dan semoga saya, dan sahabat semuanya dapat berjumpa dengan mereka di surga-Nya. Amin.

Sahabat, mari bantu saudara kita dengan apa yg kita bisa. Dengan harta, tenaga atau pun doa di setiap sujud kita. Saya sendiri siang ini melalui salah satu lembaga kemanusiaan menitipkan donasi USD 8500 untuk saudara-saudara kita di Aleppo. Yuk, ber-fastabiqul khairat. Kita bantu meringankan beban mereka. Demi Allah, Allah akan meringankan beban hidup kita. Bantu, boleh diumumkan, boleh disembunyikan. Keduanya insya Allah baik.

Tidak perlu menjadi warga negara Syria yg tinggal di Aleppo untuk dapat merasakan derita dan berempati kepada mereka, kita hanya perlu menjadi ‘manusia’ saja…

***
Yg masih menganggap saya sombong karena mengumumkan ke khalayak ramai, biarlah tenggelam dengan anggapannya. Bagi saya, hanya orang-orang yg sombong yg tersinggung dengan kesombongan.
Allahumma qad ballaghtu. Allahumma fasyhad..

Berita Terkait

Advertisements
BAGIKAN