Irena handono : Tudingan Penistaan Agama Yang dituduhkan Kepada Habib Rizieq SALAH ALAMAT

irena-handono

Ustadzah Irena Handono pakar kristologi sekaligus pimpinan Yayasan Pembina Mualaf menanggapi laporan Kepolisian yang di tujukan kepada Imam Besar Front Pembela Islam, Habib Rizieq. Tuduhan itu menurut pakar Kristologi Irena Handono salah alamat.

Habib Rizieq di laporkan ke polisi oleh Persatuan Mahasiswa Kristen Republik Indonesia pada tanggal 26 Desember 2016, lantaran di anggap isi ceramahnya menyakiti umat Kristiani. padahal ceramah itu di sampaikan di hadapan umat Islam bukan di tempat dan forum publik.

Berikut ini postingan twitter Ustadzah Irena Handono ( 28/12/16) menyikapi laporan ke Polisi terkait ceramah Habib Rizieq di hadapan umat islam.

@ummi_irena

Tudingan penistaan agama yang dituduhkan kepada Habib @syihabrizieq SALAH ALAMAT. Tudingan yang tidak berdasar

Dalam Islam, masing-masing ummat mengemban kewajiban untuk beramar ma’ruf nahi munkar. Tak terkecuali mencegah kerusakan aqidah.

Apa yang disampaikan Habib Rizieq merupakan satu upaya untuk nahi munkar, yakni mencegah kerusakan aqidah

Dalam Islam, doktrin “Allah mempunyai anak” merupakan satu kemunkaran yang besar. Lalu apa yang salah dari habib?

Saya tidak bisa membayangkan apabila pemuka agama lain di depan jemaatnya meluruskan yang keliru menurut pedoman mereka

Apa iya, akan terjadi saling lapor karena keyakinan mereka menyinggung keyakinan agama lain?

Bagaimana mungkin seorang pendakwah musti berhadapan dengan aparat penegak hukum gara-gara mendakwahkan agamanya sendiri?

Surah Al-Ikhlas merupakan jawaban atas dahaga akan tauhid. Dalam surah Al-Ikhlas, sifat-sifat Allah termaktub secara jelas dan tegas.

Ayat ketiga, “Lam yalid wa lam yuulad”, sekaligus melengkapi peringatan Allah Ta’ala terhadap kaum yang menganggap Allah mempunyai anak

Allah mempertegasnya dengan QS. Maryam: 88-92. Hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu.

Saya yakin, haqqul yaqin, Habib Rizieq tidak bersalah

 

Advertisements